Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Jeruk Unik yang Bulirnya Mirip Caviar
1 Month, 4 Weeks ago

Jeruk Unik yang Bulirnya Mirip Caviar

Bentuknya lebih mirip seperti alpukat muda ketimbang jeruk saat masih di pohonnya, namun jeruk ini dinobatkan sebagai caviar versi jeruk. Sebagaimana diketahui, caviar yang berasal dari telur ikan sturgeon, yang sudah diproses dan digarami. Makanan ini secara komersial dipasarkan sebagai makanan mewah, dan umumnya digunakan sebagai pelengkap makanan.

caviar



Berasal dari dataran rendah subtropis hutan hujan Australia, Citrus australasica, atau limau jari Australia telah menjadi salah satu bahan yang paling dicari oleh restoran kelas Michelin di seluruh dunia. Rasanya digambarkan sebagai kombinasi dari limau dan lemon, tapi tekstur pulp (buliran) mereka yang benar-benar membuat semua perbedaan. Agak mirip dengan jeruk Bali, limau ini mengandung buliran mirip caviar yang dapat digunakan untuk hiasan hidangan mewah, dan rasa asam yang meledak rasa asam ketika digigit. Maka tak heran jika dijuluki “kaviar jeruk” dan harganya yang gila.

Selama satu dekade terakhir, permintaan untuk buah ini telah menjadi begitu besar sehingga perkebunan bermunculan di tempat-tempat seperti Perancis atau California. Namun buah ini dianggap langka, dan saat ini dijual dengan harga antara $200 dan $300 per kilogram. Harga tinggi disebabkan karena rendahnya jumlah produksi, dan banyak buah-buahan yang dipanen tidak layak untuk dijual.



Petani Perancis, Perrine dan Etienne Schaller, adalah yang pertama mengkomersialkan buah ini di negara mereka. Ada beberapa variasi buah, masing-masing dengan warna dan rasa, mulai dari sangat asam hingga aromatik.

Karena kelangkaan mereka dan harganya yang tinggi, Anda tidak mungkin menemukan buah ini di supermarket lokal. Petaninya bekerja langsung dengan 25 restoran bintang Michellin di Perancis.



makanan

Jadi mengapa restoran mau membayar harga tinggi untuk buah yang pada dasarnya rasanya seperti lemon dan jeruk nipis? Rupanya teksturnya yang seperti kaviar sepadan dengan harganya. Selain itu ledakan rasa ketika digigit sangat populer dengan pengunjung restoran kelas atas.

Terlepas dari penggunaannya di restoran sebagai hiasan sajian mewah, jeruk ini juga dapat dikeringkan dan digunakan sebagai bumbu penyedap yang sama mahalnya.