Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Tujuh Tahun Lagi Salju di Puncak Jaya Akan Hilang
1 Month, 1 Week ago

Tujuh Tahun Lagi Salju di Puncak Jaya Akan Hilang

Penelitian sisa salju abadi di Puncak Jaya Indonesia merupakan bagian dari penelitian tutupan salju di pegunungan tropis dunia. Selain di Papua, tutupan salju di pegunungan tropis juga terdapat di Afrika dan Peru.

Tim peneliti dari BMKG yang terdiri dari Donaldi Permana, Najib Habibie, dan Dodo Gunawan berkolaborasi dengan peneliti salju dunia.



Setelah 9 tahun melakukan penelitian sejak 2010, tim peneliti akhirnya dapat menimbulkan kondisi salju abadi Indonesia. Hasil penelitian tersebut menemukan proses pencairan gletser di Puncak Jaya Papua, terus terjadi baik di permukaan maupun di dasar lapisan es.

Berdasarkan data dari potongan-potongan inti es yang diambil 2010 lalu, es di Puncak Jaya mulai meleleh sejak 1980 dan semakin hebat sejak sekitar 2005.



Posisi Puncak Jaya yang dekat dengan kolam hangat Pasifik, bahkan membuat tutupan salju tropis di Indonesia meleleh paling cepat di antara tiga pegunungan tropis lain di dunia.

″Hingga kedalaman tertentu, 24 meter, kondisi pemanasan ini sejalan dengan hasil analisis dari isotop yang ada di dalam kandungan es. Yang menunjukkan pencairan ini akibat dari pemanasan yang ada di lingkungan seputar gletser Papua. Karena secara lokasi itu berada di sebelah barat Pasifik yang kita kenal sebagai namanya kolam hangat dari proses terjadinya Elnino. Sehingga kejadian El Nino ini turut mempercepat proses pencairan gletser.,″ jelas Dodo.



‘Dari beberapa data historis, kemungkinan 5 sampai 7 tahun dari sekarang lajunya akan seperti itu. Sehingga dalam 7 tahun ke depan kita menduga bahwa lapisan saljunya akan hilang,″ lanjut Dodo.

Sebagai bagian dari sistem hidrologi, kehilangan salju di Puncak Jaya bisa jadi mengancam sumber air masyarakat di pegunungan Jayawijaya. Kondisi yang kritis ini jelas merupakan dampak global penggunaan energi fosil yang terus memicu pemanasan global.

Salju di Puncak Jaya merupakan salah satu kebanggaan Indonesia. Ironisnya, kita juga yang akan menyaksikannya punah dan menjadi sejarah.