Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Istri Jadi Aktor Pembunuhan Suami yang Berprofesi Hakim
1 Month, 1 Week ago

Istri Jadi Aktor Pembunuhan Suami yang Berprofesi Hakim

Tim gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Medan mengungkap para pelaku pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin. Adapun pelaku pembunuhan adalah Zuraida Hanum (istri Jamaluddin) dan dua eksekutor, JP dan R.

Dirangkum Merdeka, motif pembunuhan diduga lantaran sakit hati dan cinta segitiga. JP (42) dibantu saudaranya RF (29) menghabisi Jamaluddin atas suruhan Zuraida, istri korban.

Zuraida, JP dan RF resmi menjadi tersangka dan ditahan mulai Rabu (8/1). Penetapan tersangka dan penahanan sekitar 40 hari setelah pembunuhan.

“Mengapa demikian lama, karena penyidik perlu alat bukti. Perlu pembuktian yang pada akhirnya semua hasil kerja penyidik ini akan dilimpahkan kepada kejaksaan," ucap Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin.

Pembunuhan berencana ini bermotif sakit hati dan cinta segitiiga. Namun Martuani tidak mengungkapkannya dengan gamblang.



"Motif sedang didalami penyidik, tapi kami menduga, ini baru dugaan yang akan dibuktikan penyidik, adalah masalah rumah tangga sehingga terjadilah kasus ini,” ucap Martuani.

Zuraida dan Jamaluddin menikah pada 2011. Mereka dikaruniai seorang anak perempuan. Seiring waktu berjalan, Zuraida cemburu karena merasa diselingkuhi Jamaluddin. Dia berniat menghabisi suaminya itu pada Maret 2019 dengan meminta bantuan Liber J Hutasoit. Namun pria ini menolak.

Pada akhir 2018, Zuraida berkenalan dengan JP karena anak mereka satu sekolah. Perempuan itu curhat kepada JP dan akhirnya Zuraida dan JP memiliki hubungan asmara. Namun Martuani juga menyatakan masih mendalami informasi mengenai hubungan ini.

pembunuhan hakim medan
Sumber: Facebook/Zuraida Hanum

Pada 25 November 2019, Zuraida dan JP bertemu di Coffee Town di Ringroad Medan. Mereka merencanakan pembunuhan korban serta memberitahukannya kepada RF. RF kemudian diberikan Rp 2 juta untuk membeli 1 (satu) unit handphone kecil, 2 pasang sepatu, 2 potong baju kaus, dan sarung tangan.

Pada 28 November 2019 sekitar pukul 19.00 WIB, JP dan RF dijemput Zuraida menggunakan mobil Toyota Camry BK 78 ZH di Pasar Johor, Jalan Karya Wisata. Mereka menuju rumah korban dan langsung masuk ke dalam garasi.



JP dan RF turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah, sementara Zuraida menutup pagar garasi mobil lalu mengantar JP dan RF menuju lantai 3 rumahnya. Keduanya menunggu adanya aba-aba dari Zuraida untuk mengeksekusi Jamaluddin. Sekitar pukul 20.00 WIB, Zuraida naik ke lantai 3 membawakan minuman air mineral kepada JP dan RF. Sekitar pukul 21.00 WIB, Zuraida naik kembali ke lantai 3 untuk melihat JP dan RF.

Pada 29 November 2019 sekitar Pukul 01.00 WIB, Zuraida naik kembali ke lantai 3 dan memberi petunjuk kepada JP dan RF untuk turun dan menuntun jalan menuju kamar korban.

Di dalam kamar, JP dan RF melihat korban tidur memakai sarung dan tidak memakai baju. Putrinya K tidur di kasur itu, sementara Zuraida mengambil posisi di tengah.

RF dan JP kemudian menghabisi korban dengan cara membekapnya dengan kain dari kasur. Zuraida turut membantu sembari menenangkan putrinya yang terbangun.

“Pembunuhannya ini cukup bagus, tanpa alat bukti, tanpa kekerasan, korban dibunuh dengan cara dibekap sehingga kehabisan napas, sehingga terbukti hasil laboratorium forensik bahwa korban diduga meninggal karena lemas,” jelas Martuani.

pembunuhan hakim medan
Sumber: detikcom



Setelah korban meninggal dunia, sekitar pukul 03.00 WIB, JP, RF dan Zuraida sepakat membuang mayat korban di daerah Berastagi. Korban dipakaikan baju dan celana olahraga PN Medan berwarna hijau.

Korban kemudian dimasukkan ke dalam mobilnya, Toyota Prado BK 77 HD. Dia ditempatkan di kursi baris kedua.

JP menyetir mobil korban dan RF duduk di sebalah kiri depan. Sementara Zuraida membuka dan menutup pagar garasi.

Mereka kemudian singgah ke rumah orang tua RF di Jalan Silangge untuk mengambil sepeda motor Honda Vario Hitam BK 5898 AET. Mereka kemudian begerak menuju arah Berastagi. Namun sampai Jalan Jamin Ginting, dekat Kantor Kades Bintang Meriah, mereka berbalik arah karena adanya kemacetan lalu lintas. Mereka akhirnya membuang mobil berisi korban dalam kondisi mesin menyala ke dalam jurang kebun sawit di Desa Sukarame, Kutalimbaru, Deli Serdang. JP dan RF kemudian meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

Ketiga tersangka diduga telah melakukan pembunuhan berencana. Mereka dijerat dengan
Pasal 340 subs Pasal 338 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1e.

“Ancamannya hukuman mati,” jelas Martuani.