Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Uji Coba Pertama Pesawat Komersial Full Elektrik
2 Months, 6 Days ago

Uji Coba Pertama Pesawat Komersial Full Elektrik

Teknologi mesin listrik tidak hanya dimonopoli oleh mobil, motor, dan sepeda. Pesawat komersial full-elektrik pertama di dunia telah melakukan uji terbang perdana, lepas landas dari kota Vancouver, Kanada dan terbang selama 15 menit pada Selasa (10/12).

″Ini membuktikan bahwa penerbangan komersial dalam bentuk full-elektrik dapat bekerja,″ kata Roei Ganzarski, kepala eksekutif perusahaan Australia, magniX.

Magnix merancang mesin pesawat dan bekerja dalam kemitraan dengan Harbour Air, yang mengangkut setengah juta penumpang per tahun antara Vancouver, resor ski Whistler dan pulau-pulau terdekat serta komunitas pesisir.



Ganzarski mengatakan teknologi itu berarti penghematan biaya yang signifikan untuk maskapai dan nol emisi.

Penerbangan sipil adalah salah satu sumber emisi karbon yang tumbuh paling cepat karena semakin banyak orang yang menggunakan pesawat.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organisation) telah mendorong penggunaan mesin biofuel yang lebih efisien, material pesawat yang lebih ringan, serta optimalisasi rute.



Uji coba ini menggunakan pesawat amfibi DHC-2 de Havilland Beaver, yang dilengkapi dengan mesin listrik bertenaga 750 hp dan dipiloti oleh Greg McDougall, pendiri dan kepala eksekutif Harbour Air.

Selain efisiensi bahan bakar, perusahaan bisa menghemat biaya jutaan dalam hal perawatan karena mesin listrik membutuhkan pemeliharaan yang lebih sedikit, kata McDougall.

Namun, Harbour Air harus menunggu setidaknya dua tahun sebelum dapat mulai ″melistriki″ seluruh armadanya. Pesawat listrik harus diuji lebih lanjut untuk memastikan dapat diandalkan dan aman. Selain itu, mesinnya harus disetujui dan disertifikasi oleh regulator.



Daya baterai juga merupakan tantangan. Pesawat seperti yang diterbangkan pada uji coba itu hanya dapat terbang sekitar 160 km dengan baterai lithium. Meskipun tidak jauh, itu cukup untuk sebagian besar penerbangan jarak pendek yang dijalankan oleh Harbor Air.

Sembari menunggu teknologinya jadi lebih matang, Ganzarski mengatakan penerbangan jarak pendek yang lebih murah dengan tenaga listrik dapat mengubah cara orang terhubung dan di mana mereka bekerja.

″Daripada harus mengemudi selama satu jam, mengapa tidak terbang 15 menit untuk pergi kerja?″