Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Puluhan Kucing Mati Dibantai Penderita Gangguan Jiwa
4 Days, 11 Hours ago

Puluhan Kucing Mati Dibantai Penderita Gangguan Jiwa

Puluhan kucing liar di Lampung ditemukan terbunuh dengan kondisi mengenaskan.

Menurut keterangan Deny Indra Wijaya selaku Koordinator Lapangan Cat Rescue Lampung, bahwa informasi itu berawal dari postingan seseorang di media sosial (medsos) Facebook.

“Ketika itu ada salah satu cat lover yang men-screenshoot postingan itu dan di-share ke grup pecinta kucing,” ujarnya, seperti dilansir kumparan.



Dari informasi tersebut, pihaknya kemudian berusaha menggali kabar tersebut dengan mendatangi lokasi kejadian yang berada di daerah Lempasing, Kota Bandar Lampung.

“Kita upayakan malam itu untuk terjun ke lokasi gali informasi lebih dalam terkait kasus itu. Ternyata informasi itu benar, ada 20-25 ekor kucing yang dibunuh oleh pelaku,” ungkap dia.

kucing dibantai

Berdasarkan hasil penelusurannya, kucing-kucing tersebut dibunuh dengan cara diikat pada bagian lehernya dengan seutas tali hingga mati.



“Ada juga yang dibanting, kemarin ditemukan ada mayat kucing yang gak ada kepalanya. Menurut kesaksian beberapa warga, si pelaku beraksi di pukul 01.00 WIB dini hari. Tapi sekarang sudah dikuburkan,” jelasnya.

Diketahui, perbuatan keji ini dilakukan oleh Lani warga Lempasing. Berdasarkan informasi warga, diduga pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

Saat ini dirinya telah berkoordinasi dengan aparat desa seperti RT dan Kepala Lingkungan setempat. Ia mengupayakan untuk mediasi dan musyawarah agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pecinta kucing dengan warga.



kucing dibantai

“Jadi saya lakukan mediasi kasus ini, apabila dites di Rumah Sakit Jiwa benar mengalami gangguan jiwa, saya mohon izin dengan pihak keluarga untuk membawa pelaku ke RSJ,” katanya.

Dari hasil mediasi tersebut, pihak keluarga pelaku menyetujui, akan tetapi keluarga mengaku tidak mempunyai biaya untuk mengobati pelaku di Rumah Sakit Jiwa.

“Ini tugas saya mengupayakan bagaimana caranya dengan pemerintah, Dinsos, atau RS Jiwa-nya untuk bantu menuntaskan kasus ini tanpa dikenakan biaya agar tidak ada lagi korban kucing yang lain yang dikhawatirkan berdampak kepada manusia seperti anak di bawah 5 tahun,” pungkasnya.