Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Rektor Termuda Perbolehkan Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi
1 Week, 6 Days ago

Rektor Termuda Perbolehkan Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi

Menjadi rektor di usia 27 tahun menjadi tantangan sendiri bagi Risa Santoso. Sebagai rektor termuda di Indonesia, Risa dituntut untuk membutikan kualitasnya dalam mengelola lembaga pendidikan tinggi.

Dirangkum kompas.com, Risa sudah menyiapkan langkah supaya lembaga pendidikan yang dipimpinnya bisa menjawab tantangan zaman era industri 4.0. Link and match antara perguruan tinggi dan industri menjadi langkah kongkrit yang akan dilakukan Risa untuk Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang yang sedang dipimpinnya.

Menurut Risa, kerja sama antara perguruan tinggi dan industri harus terus ditingkatkan. Hal ini yang menjadi target Risa dalam memimpin Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang.



“Jumlah mahasiswa akan datang dengan sendirinya kalau kualitasnya bagus. Tapi yang terpenting menurut saya adalah dengan kerja sama, dengan program-program yang dibuat dan itu mungkin lebih nyata,” katanya.

rektor muda

Risa bahkan memperbolehkan mahasiswanya untuk lulus tanpa skripsi. Menurutnya, syarat kelulusan perguruan tinggi juga bisa dilakukan dengan proposal project bagi mahasiswa yang ingin berkarir di dunia kerja.



“Mungkin salah satu yang ingin saya terapkan (dari Harvard University) adalah, untuk tugas akhirnya, gimana caranya supaya kita ini lebih membantu mahasiswa untuk siap di dunia kerja. Jadi mereka ini bisa memilih, apakah mau skripsi atau mau bekerja di luar dan membuat project akhir,” katanya.

Namun untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan ke jenjang magister dan ingin menjadi akademisi, tugas akhirnya tetap skripsi.

“Kalau mereka ingin lanjut S2, mau jadi akademisi, dosen tentunya tetap harus bikin skripsi,” ungkapnya.



Risa memiliki cara tersendiri untuk menerapkan kebijakannya itu meski struktur di bawahnya adalah orang-orang yang lebih tua darinya. Ia meyakini, komunikasi yang tepat dalam menyampaikan ide akan menjadi cara yang efektif dalam menjalankan segala kebijakannya.

“Yang penting itu kreativitas, lalu berani mengambil keputusan juga berani mengutarakan ide. Misalnya ada sesuatu yang ingin saya inisiasi itu berani untuk menyuarakan itu. Karena mau tidak mau kita harus proaktif jika ingin berbuat sesuatu dan memberikan dampak yang positif,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Risa Santoso menjadi rektor termuda di Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang.