Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Delapan Anak Dirawat di RSJ Akibat Kecanduan Gadget
2 Months, 4 Weeks ago

Delapan Anak Dirawat di RSJ Akibat Kecanduan Gadget

Sebanyak 8 anak di Kota Semarang menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Amino Gondohutomo. Pasalnya mereka mengalami gangguan mental akibat kecanduan gadget.

Dilansir kompas.com, Psikolog Klinis RSJD Amino Gondhohutomo, Sri Mulyani, mengatakan sejumlah anak ini mengalami tantrum parah dan sulit diajak komunikasi. Sri menyebut kedelapan anak berasal dari Kota Semarang dan sekitarnya. Usianya, mulai dari anak SD kelas 4 hingga SMP.

“Dari delapan itu, usia termuda sekitar anak-anak usia SD kelas 4-5. Kemudian usia SMP karena masa remaja yang rasa ingin tahunya tinggi,” kata Sri.



Sri menyebut, kebanyakan dari mereka kecanduan gawai karena gemar bermain game online.

“Kebanyakan karena game online,” ujarnya.

Sri menjelaskan, beberapa ciri umum kecanduan gadget pada anak seperti lupa belajar, lupa kerjakan PR, bangun kesiangan, sering bolos sekolah, kemudian tak mau lepas dari gawai, marah saat gawai diambil.

“Mengganggu aktivitas sehari-hari, kalau sudah sampai adiksi harus segera diobati,” katanya.



rumah sakit jiwa

Sri mengatakan, ciri kecanduan gawai yang dialami para bocah ini adalah murka saat gadgetnya diambil. Bahkan ada yang susah diajak komunikasi karena asik bermain gadget.

“Kondisinya sudah tidak bisa diberitahu (dinasihati), mau tidak mau harus dengan obat untuk menenangkan,” ujarnya.

Untuk itu, penanganan dini sebenarnya bisa dilakukan, yakni dengan membawa anak yang dirasa kecanduan gadget agar dibawa ke psikiater untuk kemudian tes kondisi selama 21 hari.



“Penanganan harusnya di psikiatri, dokter jiwa, ada obat-obatan agar anak tenang. Setelah kondisi baik maka ada terapi psikologis,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menambahkan, secara medis dengan bermain gadget berlebihan bisa mempengaruhi hormon Dopamin. Hormon ini adalah senyawa kimia dalam otak yang memiliki fungsi mengatur gerakan tubuh. Ketika dopamin dilepaskan dalam jumlah besar, ini akan menciptakan perasaan senang yang memotivasi untuk mengulang perilaku tertentu.

Padahal, hormon ini harus seimbang. Sehingga ketika berlebih akan mengganggu kejiwaan dan ketika kurang bisa menimbulkan parkinson.

“Secara medis gadget berlebihan maka mempengaruhi hormon Dopamin, otak bagian depan terpengaruh. Itu pusat perhatian, maka terjadi gangguan pemusatan perhatian,” kata Abdul.