Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Panas Menyengat, Ini Daerah dengan Suhu Paling Tinggi di Indonesia
1 Month, 1 Week ago

Panas Menyengat, Ini Daerah dengan Suhu Paling Tinggi di Indonesia

Warga Indonesia akhir-akhir ini tengah mengeluhkan cuaca yang amat panas. Dari hasil pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geologi ( BMKG) menunjukkan bahwa suhu udara maksimum mencapai 38 C sejak 19 Oktober.

Dilansir kompas.com, Deputi Bidang Klimatologi BMKG R Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi di Indonesia. Mereka adalah Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) pada 38,8 derajat celsius, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38,3 derajat celsius, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37,8 celsius.

“Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir di mana pada periode Oktober 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 derajat celsius,” kata Mulyono.



Berdasarkan persebaran suhu panas yang dominan berada di selatan Khatulistiwa, cuaca panas ini erat kaitannya dengan gerak semu matahari.

“Seperti yang kita ketahui pada September, matahari berada di sekitar wilayah Khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga Desember,” tuturnya.

Maka, pada Oktober ini posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan (Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagainya).



suhu panas

Kondisi inilah yang menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak sehingga akan meningkatkan suhu udara pada siang hari.

Selain itu pantauan dalam dua hari terakhir, atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan relatif kering sehingga sangat menghambat pertumbuhan awan yang bisa berfungsi menghalangi panas terik matahari. Minimnya tutupan awan ini akan mendukung pemanasan permukaan yang kemudian berdampak pada meningkatnya suhu udara.



Sekitar satu minggu ke depan, potensi suhu terik di sekitar wilayah Indonesia masih akan terjadi mengingat posisi semu matahari masih berlanjut ke selatan.

Mulyono juga mengungkap, awal musim hujan 2019/2020 akan terjadi pada November dasarian I (10 hari pertama) sampai dasarian III (10 hari terakhir). BMKG mengimbau masyarakat yang terdampak suhu udara panas ini untuk minum air putih yang cukup guna menghindari dehidrasi dan mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya angin kencang yang berpotensi terjadi di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.