Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Anggota Paskibra Dicoret, Gara-gara Anak Pejabat?
1 Month, 1 Week ago

Anggota Paskibra Dicoret, Gara-gara Anak Pejabat?

Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bila terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskirbara). Bisa merasakan rasanya mengibarkan sang saka merah putih di kemerdekaan Indonesia 17 Agustus.

Hal ini dirasakan oleh seorang murid SMA di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Siswa yang tak disebutkan identitasnya ini sempat terpilih menjadi calon Paskibraka. Kisahnya kemudian viral di sosial media.

“Pengumuman nama saya di nomor 29, sudah ikut pengukuran baju, pengukuran sepatu,” ujarnya dalam video yang diunggah akun @makassar_iinfo di Instagram.



Setelah menunggu jadwal karantina, pelajar ini mendadak lemas setelah mendapatkan namanya hilang dari daftar Capaskibraka yang akan mengikuti karantina.

“Terakhir karantina nama saya nggak keluar,” ucapnya.

Siswa ini mengaku tak mengetahui alasan dengan jelas panitia mencoret namanya. Diduga, ia digantikan oleh anak seorang pejabat.

“Kemarin itu saya tidak tahu, tapi sekarang saya sudah tahu digantikan oleh siapa,” kata dia.



Menurutnya, orang yang menggantikannya itu sama sekali tak pernah mengikuti tahapan seleksi.

“Nggak ada (ikut seleksi). Bisa lolos itulah yang menjadi pertanyaan,” kata dia.

Pelajar itu mengaku tak mempermasalahkan panitia mencoret namanya. Asalkan, orang yang menggantikannya pernah mengikuti tahapan seleksi.



“Kalau untuk panitia lebih adil, kalau yang menggantikan saya yang ikut seleksi yang lebih pantas jangan yang gak ikut seleksi dimasukkan ke karantina,” ucap dia.

Sementara itu, sang bunda yang terlihat duduk di sampingnya juga mengaku sedih mengetahui nama putranya tiba-tiba dicoret.

“Orangtua ikut sedih, awak pun kalau anak bisa ikutin itu kan adalah kebanggan tapi kalau udah gagal kayak gini gimana,” katanya. Sebelum berangkat karantina, sang anak sempat meminta dibelikan empat baju polo dan empat celana training.

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari panitia maupun pihak berwenang, terkait pencoretan nama pelajar ini.