Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

23 Rombongan Pramuka Hilang di Hutan Angker
1 Week, 1 Day ago

23 Rombongan Pramuka Hilang di Hutan Angker

Sebanyak 22 orang anggota Pramuka SMPN 2 Kolaka bersama seorang pembinanya dilaporkan hilang di Hutan Kolaka. Rombongan ini hilang saat menggelar kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami).

Diberitakan Liputan 6, awalnya mereka berjalan terpisah dan memilih mengunjungi lokasi pemandian sebelum kembali menuju kemah.

“Mereka harusnya sudah kembali ke lokasi perkemahan selanjutnya pulang ke rumahnya masing-masing pada Minggu pukul 16.00 Wita,” ujar Isnaeni, salah satu panitia Persami.

Karena insiden ini, tim SAR Kolaka dibantu TNI, Polisi, dan pihak Universitas Sebelas November (USN) Kolaka langsung turun melakukan pencarian sejak pukul 19.30 Wita.


pramuka hilang

“Tim yang mencari hingga dini hari, akhirnya berhasil menemukan rombongan,” ujar Wahyudi, Humas Kantor SAR Kendari.

Wahyudi mengatakan, semua korban ditemukan dalam kondisi lengkap. Basarnas menemukan mereka pada Senin (11/2) sekitar pukul 3.10 Wita dengan jarak sekitar 3 kilometer dari lokasi mereka dilaporkan hilang.

Semuanya ditemukan dalam kondisi lemas. Saat ditemukan, mereka berada di dalam hutan dengan membakar api unggun. Dari 23 korban terdiri dari 10 orang pelajar perempuan, 12 orang pelajar laki-laki, dan 1 orang pembina.



Rombongan yang sebagian besar pelajar itu tidak mendapatkan makanan yang cukup setelah hilang selama 12 jam.

“Sudah ditemukan, semua korban dievakuasi ke Rumah Sakit Kolaka. Kami melakukan pertolongan awal dengan membawa ke rumah sakit, dibantu TNI Polri dan masyarakat,” ujar Kepala Pos SAR Kolaka, Asep.


pramuka hilang

Kepala Sekolah SMPN 2 Kolaka, Abbas, menceritakan 22 siswa dan seorang pembina awalnya melakukan latihan mencari jejak di wilayah hutan Kolaka. Sasaran utama mereka, menuju ke wisata pemandian air panas Kea-kea.

Setelah berhasil mencapai tujuan, rupanya salah seorang pelajar mengalami cedera di kaki. Pembina bernama Sumarjono langsung memikul pelajar di punggungnya dalam perjalanan kembali ke perkemahan.

Sementara, 21 orang siswa lainnya dibiarkan berjalan di depan sekitar beberapa meter. Saat perjalanan pulang itulah, ternyata pelajar salah mengambil arah.

Sumarjono yang kebingungan, akhirnya tidak bisa memimpin para pelajar kembali ke jalan utama. Saat mengetahui kelompoknya tersesat dan kondisi mulai gelap, Sumarjono memilih untuk diam di tempat dan menunggu bantuan datang.

Dari pengakuan masyarakat setempat, hutan di wilayah Kolaka itu menyimpan sejumlah kisah mistik. Para tetua bercerita, sekitar 1980 hingga 1990-an, di wilayah ini ada beberapa warga hilang dan kabarnya menikah dengan bangsa jin.