Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Kini Hadir Mesin Pengupas Kuaci Otomatis
6 Months, 6 Days ago

Kini Hadir Mesin Pengupas Kuaci Otomatis

Biji bunga matahari alias kuaci merupakan camilan yang sangat populer di Asia. Nah kini hadir mesin pengupasnya, yang didesain khusus bagi orang-orang malas.

Dilansir ESCN, seorang mahasiswa asal China, berhasil memenangkan penghargaan sains berkat mesin di atas meja kecil ciptaannya. Mesin kecil ini berhasil menarik perhatian banyak orang karena memiliki fungsi untuk mengupas kulit kuaci.

Diberitakan, kebanyakan orang di China menyantap kuaci dalam waktu yang sama, sehingga kulitnya berhamburan di lantai hingga sofa.



Hal inilah yang menarik perhatian Zhang Xianxi, mahasiswa asal Jiangxi Agriculture University di Cina Timur. Iapun membuat mesin pengupas kulit kuaci bersama temannya.

mesin pengupas kuaci

Mesin mungil ini menggunakan prinsip yang sama dengan drum mesin cuci. Segenggam kecil biji bunga matahari dijatuhkan di bagian atas mesin dan setelah beberapa putaran dengan motor kecil, cangkang kosong meluncur ke satu sisi dan isi dari kuaci keluar dari sisi lainnya.



Mesin yang mudah dioperasikan ini dirakit bermodalkan motor kecil yang dijual online. Selain itu, bahan-bahan lain yang digunakan dalam mesin unik ini adalah barang-barang yang mereka daur ulang, termasuk kaleng soda dan kotak kardus kecil.

Menurut Zhang, ia hanya menghabiskan uang sekitar 20 yuan (Rp. 41.380), untuk membuat mesin pengupas kuaci ini.

"Gagasan menciptakan mesin ini adalah untuk melindungi tangan orang-orang yang gampang kedinginan, saat musim dingin tiba dan untuk membantu orang-orang yang malas mengupas kulit kuaci dengan gigitan," kata Zhang.



mesin pengupas kuaci

Zhang menamakan ciptaannya sebagai "mesin untuk orang malas."

Penemuannya itu berhasil menyabet hadiah pertama di kompetisi inovasi di sekolahnya.

Sayangnya, banyak netizen yang mengritik mensin buatan Zhang. Banyak netizen yang menganggap bahwa kenikmatan makan kuaci, adalah di proses pengupasan kulitnya. Ada juga netizen yang menyebut bahwa mengupas kuaci lebih enak di dalam mulut.