Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Melihat Perjuangan Indonesia di Museum Reenactor Malang
10 Months, 3 Weeks ago

Melihat Perjuangan Indonesia di Museum Reenactor Malang

Bagi penggemar sejarah, Museum Reenactor di Kecamatan Sumbersari, Malang, Jawa Timur, adalah destinasi yang wajib dikunjungi.

Dilansir The Jakarta Post, museum ini menampilkan barang-barang bersejarah yang dimiliki oleh anggota komunitas reenactor yang tinggal di sekitar daerah tersebut.



Salah satu relawan museum, Eko Wirawan yang berusia 45 tahun, mengatakan bahwa masyarakat mendirikan museum untuk berbagi pengetahuan tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia dari pendudukan Belanda di Malang setelah memenangkan proyek kampung tematik dan dibangun pada tahun 2017.

Antara 1947 dan 1949, ketika Belanda berusaha untuk mendapatkan kembali kendali atas Indonesia setelah berakhirnya Perang Dunia II, subdistrik berfungsi sebagai markas Gerilya Kota (GRK) yang dipimpin oleh kapten Soemitro dan walikota Hamid Rusdi, kata Eko.

Koleksi museum ditampilkan dalam tiga bagian: sebuah diorama dan barang-barang yang digunakan selama peristiwa Yogyakarta 1 Maret 1949; Perang Pasifik antara Jepang dan Amerika Serikat; dan perjuangan para pejuang di Malang dan sekitarnya.



Di antara koleksinya adalah gerobok (kotak kayu), yang digunakan untuk menyimpan makanan dan senjata, pakaian para pejuang, sepeda onthel (klasik), buku-buku sejarah, senjata dan samurai dan senjata tradisional.

"Senjata replika dibuat menggunakan bahan daur ulang seperti besi dan pipa," kata Mulyono yang berusia 48 tahun, juga seorang anggota sukarela dari museum yang bekerja sebagai buruh bangunan.



Eko mengatakan koleksi museum akan diubah secara teratur untuk terus menarik pengunjung, termasuk peristiwa bersejarah yang ditampilkan.

"Akan sangat berbahaya jika anak-anak tidak tahu sejarah negara mereka sendiri. Setidaknya itu akan menawarkan tempat di mana mereka bisa bermain dan belajar dan menemukan perjuangan yang dihadapi oleh para pahlawan di wilayah mereka," kata Eko.

Museum ini buka setiap hari dari jam 9 pagi hingga 5 sore. Tiket masuknya gratis.